Header Ads

  • Breaking News

    Recent Posts:

    PSSI Resmi Umumkan Luis Milla Sebagai Pelatih Terbaru Timnas Indonesia

    Seperti yang sudah diprediksikan sebelumnya, Luis Milla akhirnya resmi ditunjuk PSSI sebagai pelatih timnas Indonesia untuk 2 tahun ke depan. Pengumuman sendiri diumumkan oleh PSSI di Kantor PSSI, Gedung Rubina Kuningan, Jakarta Jumat sore ini. Milla sendiri nantinya akan mendapatkan tugas ganda. Selain melatih Timnas Indonesia U-23 di ajang SEA Gamses 2017 hingga Asian Games 2018, Luis Milla akan melatih timnas senior Indonesia pada beberapa laga persahabatan.

    luis milla resmi menjadi pelatih indonesia
    luis milla resmi menjadi pelatih indonesia
    Salah satu tantangan terbesarnya saat ditunjuk menangani timnas yakni masalah komunikasi. Sebagai pelatih asing yang baru datang, pelatih yang mengantar timnas muda Spanyol juara Piala Eropa U-21 pada 2011 tidak bisa menggunakan bahasa Indonesia. Bahkan saat pengenalannya ia dibantu oleh penerjemah. Akan tetapi dirinya tetap optimis meskipun ada sedikit kendala bahasa nantinya. Lebih lanjut ia merasa kendala bahasa jadi tantangan dirinya saat melatih timnas Indonesia. Tetapi dengan motivasi untuk memberikan lebih pastinya kendala bahasa bukan jadi masalah lagi baginya.

    Untuk bolamania yang belum mengenal siapa Luis Milla, beritasports.com akan memberikan pembahasan singkat mengenai biografi dan Profil Pelatih Terbaru Timnas Indonesia Luis Milla.

    Profil Luis Milla (Pelatih Timnas Indonesia)


    Luis Milla ini adalah seorang gelandang yang juga pernah bermain untuk tim nasional Spanyol, Barca dan Real Madrid. Tumbuh besar di akademi sepakbola milik CD Teruel dan La Masia milik Barcelona, Luis Milla sempat menapaki tangga layaknya pemain La Masia lainnya untuk bermain di Barcelona B sampai akhirnya mendapatkan kesempatan untuk promosi di tim utama Barcelona. Persaingan ketat di Blaugrana dan terbentur masalah perpanjangan kontrak menjadi alasan utama Milla menyebrang menuju Real Madrid. Bahkan di penghujung karirnya bersama Barcelona, ia tak dicantumkan namanya ke dalam skuat El Barca dalam partai final Copa del Rey. Johan Cruyff yang menjadi pelatih Barca saat itu melihat bahwa sang pemain enggan menerima kondisi tawaran kontrak baru dan masalah keungan klub yang sedang pas-pasan.

    Pasca menyebrang ke Los Blancos dan mengabdi selama enam musim, ia mengakhiri kariernya di Valencia pada tahun 2001 lalu. Beberapa gelar bergengsi seperti La Liga, Copa del Rey, Supercopa de Espana, UEFA Cup Winners Cup hingga Intertoto Cup pernah ia rengkuh dalam sepanjang perjalanan karirnya di Barca, Madrid, dan Valencia.

    Michel Laudrup, mantan rekan setimnya di Barca dan Madrid yang telah merintis karir kepelatihannya terlebih dahulu, mengangkat dirinya (Milla) untuk menjadi asisten pelatih saat Laudrup menangani Getafe pada musim 2007/08 lalu. Getafe sendiri menjadi finalis Copa del Rey pada musim tersebut dibawah asuhan Ludrup dan Milla.

    Menapaki tangga lewat asisten pelatih, akhirnya Milla naik kelas menjadi pelatih tim nasional U-19 dan U-20 Spanyol pada kurun 2008 hingga 2010. Menghasilkan gelar Piala Mediterranian Games, Milla (lagi-lagi) naik kelas menjadi pelatih U-21 dan sukses besar membawa skuat Spanyol U-21 juara Piala Eropa U-21 di Denmark.

    Luis Milla ketika melatih timnas spanyol u-21
    Luis Milla ketika membawa Timnas Spain U-21 Juara Piala Eropa

    Alumni dari asuhan Milla tersebut adalah nama-nama beken seperti Juan Mata, Ander Herrera, David De Gea, Thiago Alcantara hingga Javi Martinez.
    Sebagai tambahan, Luis Milla ini memang kadung lebih cocok menangani tim nasional ketimbang di level klub jika melihat rekam jejaknya. Sebelum merapat ke Indonesia, ia sempat kandas bersama Lugo dan Real Zaragoza. Ia bahkan di-PHK-kan oleh Zaragoza ketika musim baru memasuki bulan keempat. Sungguh naas.

    Saat menangani tim nasional junior Spanyol ia menerapkan sedikit banyak metode tim seniornya dalam bermain dengan penguasaan bola dan umpan-umpan pendek. Tak mengherankan jika nama-nama pemain yang telah disebutkan di atas kini fasih bermain di level senior karena sudah banyak terbiasa bermain dengan cara yang sama.

    Tidak ada komentar

    loading...