Header Ads

  • Breaking News

    Recent Posts:

    FIFA Fan Award 2016 dan FIFA Fair Play Team , Ini Pemenangnya

    Berbarengan dengan penghargaan FIFA FIFPro World11, Puskas Award, FIFA Men's Player 2016 adalagi nih penghargaan untuk insan sepakbola dunia yaitu FIFA Fan Award 2016 dan FIFA Fairplay team 2016FIFA Fan Award merupakan penghargaan yang baru diperkenalkan untuk memberi apresiasi atas sikap positif yang dilakukan para suporter lintas dunia

    FIFA Fan Award 2016

    Fans Liverpool dan Borussia Dortmund dinobatkan sebagai pemenang FIFA Fan Award edisi perdana. Penghargaan tersebut didapat atas aksi solidaritas mereka menyanyikan lagu 'You'll Never Walk Alone' secara bersamaan dalam mengenang para korban jiwa tragedi Hillsborough.

    Fans Liverpool dan Borussia Dortmund

    Momen itu berlangsung ketika pertemuan kedua tim di babak perempat-final Liga Europa pada April 2016 lalu, saat The Reds menang 4-3, lagu termahsyur itu dikumandangkan kedua kubu suporter yang memadati Anfield.

    "Terima kasih atas penghargaan ini. Sungguh luar biasa bagi para suporter yang dihargai dengan penghargaan bergengsi seperti ini. Saya juga mengucapkan terima kasih pada fans Dortmund yang tak hanya lantang bernanyi, tapi juga dari hati dan membuat malam itu spesial," tutur direktur komunikasi Liverpool, Susan Black.

    Dua nominasi lain penghargaan tersebut adalah fans Islandia di Euro 2016 kemarin, serta fans klub Belanda, ADO Den Haag yang menghadiahkan banyak mainan bagi anak-anak pendukung tim rival mereka, Feyenoord.

    FIFA Fair Play Team 2016

    Sementara itu untuk kategori FIFA Fair Play jatuh kepada klub Kolombia Atletico nacional. Atletico Nacional dinobatkan sebagai peraih penghargaan FIFA Fair Play 2016 sebagai apresiasi atas respons mereka terhadap tragedi jatuhnya pesawat terbang yang melibatkan Chapecoense.

    Atletico nacional

    Seperti diketahui, sejumlah penggawa Chapecoense yang terdiri dari sebagian besar pemain, staf hingga pelatih kepala menjadi korban jiwa dalam kecelakaan pesawat yang membawa klub asal Brasil itu terbang ke Medellin guna menghadapi Atletico di partai final Copa Sudamericana. Menyikapi situasi tersebut, klub asal Kolombia lantas melakukan penghormatan besar-besaran di Estadio Atanasio Girardot, tempat yang sejatinya menggelad duel leg pertama final dan menggemakan nama tim lawan mereka.

    Atletico kemudian bertindak lebih jauh dengan meminta CONMEBOL untuk menamakan Chapecoense sebagai juara Copa Sudamericana, sebagai bentuk penghormatan kepada para pemain yang gugur. Permintaan mereka pun dikabulkan. Raksasa Kolombia tersebut menjadi inspirasi terbesar bagi klub-klub lintas dunia yang berlomba-lomba menawarkan bantuan bagi Chapecoense untuk membangun kembali skuat dan bangkit dari keterpurukan.

    Tidak ada komentar

    loading...